Pemberitahuan

PERHATIAN... Blog ini masih dalam proses konstruksi.

Kamis, 23 Juni 2011

Prince of Persia : The Two Thrones

Console         : Playstation 2, PC, Xbox
Publisher       : Ubisoft
Developer      : Ubisoft Montreal
Genre            : Action-Adventure
Release         : 1 Desember 2005
Rating           : PEGI 16+





==================================================================================

Introduction...
Prince of Persia : The Two Thrones adalah sebuah game action-adventure yang dikembangkan oleh Ubisoft Montreal.Game ini dirilis pada bulan Desember 2005 lalu di Amerika Utara untuk console Xbox, Playstation 2, PC, dan Nintendo Gamecube.Ada juga seri lain Prince of Persia untik Playstation Portable dan Nintendo Wii dengan judul Prince of Persia : Rival Sword.Game ini juga telah di-remake ulang dengan grafik High-Definition untuk console Playstation 3 pada tanggal 21 Desember 2010 yang lalu.

Setting cerita Prince of Persia : The Two Thrones masih mengikuti seri gamenya yang lalu yaitu Prince of Persia : Warrior Within yang dimana sang pangeran telah membunuh Dahaka demi menyelamatkan Kaileena, kekasihnya.
Ya kalau masih penasaran sama cerita dari seri Warrior Within nanti akan dikupas di postingan selanjutnya :)

Dahaka, The Guardian of The Time Line

The Storyline...
Nah, setelah bagian pengenalan tadi sekarang saya akan menjelaskan sedikit cuplikan cerita dari Prince of Persia : The Two Thornes ini.Cekidot... ^^

Setelah berhasil menyelamatkan Kaileena (cerita seri Prince of Persia yang lalu), kita akan melihat sebuah cutscene dimana sang pangeran kembali ke Babilonia setelah berhasil menyelamatkan Kaileena diatas sebuah kapal menuju ke tanah kelahirannya.Disaat sebelum kapal hampir sampai ke pelabuhan, sang pangeran pun membuang sebuah medalion yang dianggap dapat menghapus masa lalunya ke dalam laut.Setelah beberapa saat kemudian kapal pun sampai.Tiba-tiba sesampainya disana, sang pangeran pun kaget melihat kotanya sedang diserang dilanda perang.Perasaan senang sang pangeran pun berubah menjadi panik.Tak lama kemudian dari kejauhan terlihat segerombolan pasukan musuh menyerang kapal pangeran dengan catapult.Sebuah batu berapi yang dilontarkan oleh catapult pun berhasil menghantam kapal pangeran dan membuat semua penumpang kapal terhempas ke laut.Kapal yang hancur itu pun memisahkan sang pangeran dengan kekasihnya.Dalam situasi yang kacau itu pun membuat sang pangeran tak sadarkan diri.

Kaileena
 Sesaat setelah sang pangeran pun tersadar, dari kejauhan ia melihat kekasihnya ditangkap oleh pasukan musuh.Tubuhnya yang terdampar itu pun segera bangkit untuk menyelamatkan kekasihnya.Disaat itu pula ia menemukan musuh lamanya, Vizier.Sang pangeran pun menyelinap masuk ke dalam benteng istana.

Mahasti
Setelah menempuh rintangan yang cukup panjang, akhirnya sang pangeran berhasil bertemu dengan kekasihnya.Pangeran menemukan kekasihnya diikatkan pada suatu tugu dalam sebuah ritual persembahan.Tapi untung saja sang pangeran pun belum terlambat untuk menyelamatkan Kaileena.Namun naas, saat pangeran berlari untuk menyelamatkan kekasihnya ia dihadang oleh salah satu jendral besar Vizier, Mahasti.Tangannya pun terikat dan tertancap duri Daggertail, senjata semacam cambuk berduri milik Mahasti yang mengakibatkan sang pangeran tidak dapat berkutat.Karena keadaan telah mendesak, Vizier pun segera menusukkan The Dagger of Time ke tubuh Kaileena dan ia pun terbunuh.Melihat hal itu pun sang pangeran murka dan mencoba menarik Daggertail Mahasti dan melawan 2 jendral besar lainya, Twin Axe dan Sword.

The Twin Axe and Sword
Setelah membunuh Kaillena, Vizier pun berubah menjadi Zurvan, The God of Time (sang Dewa Waktu) dan melepaskan The Dagger of Time dari genggamannya.Dengan sigap sang pangeran pun berhasil menangkap pisau yang terjatuh dari atas tower tersebut.Daggertail yang semula tertancap di tangan sang pangeran kini menyatu dan menginfeksi luka dengan pasir waktu di tangan pangeran.Sebelum keadaan benar-benar kacau dan benar-benar terinfeksi sepenuhnya, sang pangeran pun berhasil meloloskan diri.

Vizier
Karena berusaha menangkap pisau yang terjatuh dan berhasil ditangkapnya diudara, pangeran itu pun ikut terjatuh dari puncak bangunan yang tinggi itu.Tetapi berkat keahlian berakrobatnya, sang pangeran berhasil menyelamatkan diri dengan cara menancapkan The Dagger of Time yang berhasil diraihnya tadi ke dinding sebagai pegangan sebelum ia benar-benar jatuh ke tanah.Nah, secara tak sengaja sampailah ia di suatu sewer (saluran air bawah tanah).Setelah berjalan sebentar, sang pangeran merasakan ada sesuatu yang aneh pada tubuhnya.Ia sadar bahwa The Sand of Time telah mempengaruhi pikirannya.Ia merasakan ada orang lain yang berada di dalam tubuhnya.
Kini pangeran memiliki kepribadian ganda.Separuh jiwanya menuntut untuk terus berbuat baik walaupun hatinya dipenuhi rasa benci dan dendam sedangkan yang sisi gelapnya (diwujudkan dengan suara tak berwujud di dalam hatinya) dipenuhi sifat yang kejam, dingin, arogan, dan jahat yang terus meyakinkan sang pangeran bahwa mereka adalah sama dan apa yang dipikirkannaya itu benar.Sisi gelapnya memanfaatkan kebencian dan dendam sang pangeran untuk mempengaruhi pikiran pangeran dan mengambil alih tubuh sang pangeran sepenuhnya.Sang pangeran kini pun menyesal mengapa ia tidak membunuh Vizier saat ia masih di Azad.Ia beranggapan dengan membawa Kaileena pergi dari The Island of Time akan membuatnya terlepas dari peristiwa yang pernah menimpanya saat masih di Azad.Itulah sebabnya sang pangeran tidak membunuh Vizier.
Disaat kondisi jiwanya lemah, sisi gelap sang pangeran pun berhasil mengambil alih tubuh sang pangeran dan mengubahnya menjadi sesosok monster yang kejam yang diberi nama Dark Prince.

The Dark Prince
Singkat cerita setelah perjalanan yang panjang menelusuri terowongan air bawah tanah, akhirnya sang pangeran berhasil menemukan jalan keluar.Sesampainya di pintu keluar, sang pangeran pun berhasil mengambil alih kembali tubuhnya dan merubahnya kewujud semula dan melanjutkan pemburuannya untuk membunuh Vizier.Ketika sedang mencari Vizier, sang pangeran pun secara tak sengaja bertemu dengan Farah, wanita asing tak dikenal yang pernah ia temui saat masih di Azad dulu.Mereka pun menjalani hubungan yang romantis meski kedua belah pihak saling menjauhi.

Farah
Farah bingung darimana sang pangeran mengetahui namanya.Setelah berbincang-bincang terlihat segerombolan tentara musuh datang menyerang.Sang pangeran dengan pedang ditangannya pun bertarung dengan tentara tersebut.Farah dengan busur dan panah ditangannya pun ikut membantu sang pangeran.
Demikian pertarungan itu pun usai.Kemudian sang pangeran dan Farah pun sepakat untuk berpisah dan melanjutkan perjalanan masing-masing.Beberapa saat kemudian ketika setibanya di suatu tempat yang gelap, lagi-lagi The Dark Prince pun mengambil alih kembali kendali tubuh sang pangeran dan berubah kembali menjadi sesosok mahluk yang kejam.Dengan Daggertail sebagai senjata utama, sang pangeran menelusuri kota dengan wujud Dark Prince.Ketika dalam wujud ini, sang pangeran sangatlah kuat namun secara perlahan darahnya terus berkurang karena efek negatif dari Sand of Time.Namun ada satu cara untuk mendapatkan darahnya kembali dan mempertahankanya untuk hidup yaitu dengan cara membunuh sesama mahluk yang juga telah terinfeksi The Sand of Time.Jadi ketika dalam wujud Dark Prince, kita harus bergerak cepat dan membunuh setiap musuh yang menghadang secepat mungkin sebelum waktunya habis dan membuat sang pangeran terbunuh.Menurut pengamatan gw, The Dark Prince akan kembali ke wujud semula ketika tubuhnya terkena oleh air.Durasi ketika berubah menjadi Dark Prince pun hanya sebentar.Perubahan sang pangeran menjadi Dark Prince sering terjadi dan berkali-kali disaat kita bermain game... jadi jangan heran.

The Arena...
Klompa
Setelah menempuh perjalanan yang panjang melewati serta rintangan yang sulit, akhirnya tibalah sang pangeran pada suatu tempat yang bernama The Arena.Dahulu tempat ini biasa digunakan untuk mengadakan kompetisi bagi para tawanan perang untuk saling bertarung dan bertahan hidup, sama seperti halnya The Gladiator.
Ketika tibanya disana, terdengar suara seseorang sedang mengasah pedangnya.Saat diselidiki, ternyata sang pangeran bertemu kembali dengan musuh lamanya, Klompa.Tapi kini ada yang lain dengan dirinya, ia tak lagi seperti yang dulu.Dulunya dia juga merupakan salah satu jendral besar dari Vizier.Klompa yang dulunya hanya manusia biasa kini muncul dengan wujud raksasa yang mengerikan.Tubuhnya dipenuhi luka tebasan pedang dan beberapa anak panah menancap di bahunya.Yang lebih mengerikan lagi kini ia tidak memiliki rahang bawah.Rahangnya tersobek hingga ke leher dan lidahnya menjulur keluar.Kini ia pun bersenjatakan sebuah pedang yang amat besar, bukan lagi tombak.Perubahan  wujud Klompa menjadi raksasa tersebut karena juga terpengaruh oleh The Sand of Time.Pertempuran pun tak dapat dihidari.Sang pangeran harus mencari cara untuk dapat mengalahkan Klompa dengan ukuranya yang amat besar.Berkat kecerdikan dan kemampuanya berakrobat, sang pangeran pun berhasil menaiki tubuh Klompa dan menghujamkan belatinya ke matanya sehingga membuatnya tak berdaya dan melemahkannya.Klompa kini pun menyerang membabi-buta tak tentu arah.Inilah saatnya peluang bagi sang pangeran untuk membunuh Klompa.Diam-diam ia menyelinap dan menaiki tembok Arena dan melancarkan Speed Kill !!! (Speed Kill adalah suatu serangan eksekusi pada musuh tanpa perlawanan dengan cara menekan suatu tombol dengan timming yang tepat, mirip seperti seri game God of War).Sang pangeran pun melompat ke atas tubuh Klompa dan merobek tubuhnya dari pangkal leher hingga ke punggung sehingga tubuhnya terbelah.Klompa kini pun tewas.


Setelah berhasil mengalahkan Klompa, sang pangeran pun bergegas menyelamatkan para penduduk desa setempat yang dijadikan tawanan.Baru saja iya merasakan ketenangan, sang pangeran merasakan aura sang pangeran kegelapan mulai mengambil alih tubuhnya.Karena takut para penduduk desa tadi melihatnya, sang pangeran pun segera bersembunyi dan menerjunkan diri kedalam sebuah lubang.

Setelah sekian lama mengabiskan waktu menelusuri kerajaan, akhirnya sang pangeran berhasil menemukan Zurvan.Akan tetapi disana ia juga melihat Farah.Zurvan berhasil menangkap Farah dan membawanya untuk dijadikan sebagai pendampingnya.Kemudian Zurva menjebloskan sang pangeran kedalam sebuah sumur tua.Disinilah sang pangeran kegelapan yang telah lama terdiam akhirnya kembali muncul untuk mengambil alih.Sang pangeran yang telah putus asa akhirnya mencoba melawan hasutan The Dark Prince.Secara perlahan-lahan, sang pangeran masuk menyusuri sumur tersebut mencari jalan keluar.akan tetapi, semakin dalam ia mencari membuatnya semakin lemah.Di bagian sumur terdalam sang pangeran menemukan jasad ayahnya.Kini ia pun sangat menyesal dan berjanji akan menebus semua kesalahannya.Kemudian sang pangeran mengambil pedang milik ayahnya.Dan akhirnya sang pangeran berhasil membungkam sang pangeran kegelapan untuk selama-lamanya.

The Massive Battle Again Zurvan,The God of Time
Berbekal pedang milik ayahnya di tangannya, sang pangeran keluar dari dalam sumur.Singkat cerita diatas puncak sebuah menara, akhirnya sang pangeran berhasil menemukan Zurvan.Kemudian terjadilah pertempuran yang dasyat antara sang pangeran melawan sang dewa waktu, Zurvan di atas menara.Dia akhir pertempuran, sang pangeran berhasil melumpuhkan Zurvan dengan memotong kedua sayapnya.Zurvan yang kini sekarat melarikan diri ke puncak menara sambil meronta kesakitan.Kemudian akhirnya sang pangeran berhasil menangkap Zurvan dan menusuknya tepat dijantungnya dengan belati waktu (The Dagger of Time).Waktu pun berputar kembali ke masa lalu.The Sand of Time perlahan-lahan mengalir keluar dari tubuh Zurvan dan memunculkan kembali sosok Kaileena dalam wujud pasir.Kaileena meminta The Dagger of Time dan membawanya ke dunia lain bersamanya agar tidak dimanfaatkan oleh orang yang salah.Sang pangeran pun akhirnya berhasil membalas dendam dan mendapatkan mahkota ayahnya yang telah lama diincar Vizier kembali.

Kemudian tiba-tiba sekali lagi muncul The Dark Prince menantang sang pangeran untuk terakhir kalinya.The Dark Prince membawanya ke dalam dunia yang dipenuhi kegelapan.Di dalam kegelapan sang pangeran bertarung melawan Dark Prince, namun sekeras apapun sang pangeran melawan tetap saja tak ada habisnya.Kemudian terdengar suara Farah dari dalam kegelapan.Ia menyuruh sang pangeran untuk berhenti bertarung dan membiarkannya pergi.Di dalam sang pangeran bertemu dengan Farah yang datang tuk menjemputnya keluar dari kegelapan.Sang pangeran kegelapan pun terkurung sendiri dengan kekalahannya di kegelapan untuk selama-lamanya.


Dan akhirnya sang pangeran pun mulai menjalani hidup yang baru bersama dengan Farah.

Gameplay...
Prince of Persia : The Two Thrones adalah game yang mengkombinasi antara penjelajahan dan strategi pertarungan.Kedua elemen tersebut membutuhkan kemampuan akrobatik dan kelincahan sang pangeran dalam melewatinya.Sepanjang permainan, dalam menjelajah istana kita akan banyak melakukan aktifitas seperti wall running (berjalan di dinding), mencapai puncak dengan melompat zig-zag antar dinding, menghindari jebakan, memanjat bangunan, melompati antar paltform ke platform, membuat lompatan dengan timming yang pas, memecahkan teka-teki, dan membuka pintu yang terkunci untuk melanjutkan permainan.

Di dalam pertarungan, terkadang membutuhkan cara dan combo tertentu untuk mengalahkan suatu lawan.Pemain dapat menyerang dan bertahan menggunakan senjata.Senjata utama selama dalam permainan adalah sebuah pisau biasa yang disebut Fish Gutter.Namun pemain juga dapat memungut senjata yang dijatuhkan lawan untuk digunakan sebagai senjata kedua dan dapat digunakan bersama sekaligus (dual sword) atau menemukannya di tempat tersembunyi.Nantinya para pemain juga dapat menggunakan The King's Sword yaitu pedang milik ayahnya untuk dijadikan secondary weapon special yang dapat menciptakan serangan kombo yang baru.Sebagai tambahan setelah berhasil mendapatkan The Dagger of Time, pemain mendapatkan kemampuan untuk memundurkan waktu jika salah dalam mengambil langkah.

The King's Sword
The Dagger of Time
Di dalam seri The Two Thrones, kemampuan akrobatik sang pangeran lebih bervariasi.Kini pemain dapat melakukan lompatan 45 derajat dengan bantuan sebuah papan pegas yang telah disiapkan.Di dalam seri game ini, kemampuan stealth juga telah ditambahkan.Sang pangeran kini dapat membunuh musuh dengan sekali langkah dalam mode stealth yang disebut Speed Kill dengan menekan sebuah tombol dengan timming yang tepat.Bila sedikit saja terlambat menekan tombol, lawan akan menangkis serangan kita dan Speed Kill pun digagalkan. Panjangnya kombo Speed Kill yang dilancarkan ditentukan oleh kuat lemahnya musuh yang kita hadapi.Speed Kill juga dapat dilakukan pada mode Boss Battle.



Pangeran juga memiliki dua kepribadian dimana pemain akan menjalankan dua mode yang berbeda secara bergantian selama dalam permainan.Di dalam permainan, sang pangeran akan berubah menjadi Dark Prince secara fisik selama selang waktu tertentu.Perubahan sang pangeran menjadi Dark Prince tidak dilakukan oleh pemain melainkan menurut jalan cerita.Dalam sebagian besar permainan, sosok Dark Prince hanya diwujudkan dengan suara.

Daggertail
 Sementara itu ketika kita sedang menggunakan mode Dark Prince, pemain tidak dapat menggunakan secondary weapon.Senjata utama The Dagger of Time akan digantikan dengan Daggertail.Senjata ini memiliki kemampuan serangan jarak menengah dan dapat digunakan untuk melewati rintangan lompatan yang sangat jauh.Senjata ini juga memiliki kombo yang disebut whirlwind yang sangat berguna untuk memberi jarak aman sang pangeran kegelapan saat di kelilingi banyak musuh.Di dalam mode ini, darah sang pangeran terus berkurang sehingga menuntut kita untuk bergerak cepat sebelum waktunya habis dan membuat sang pangeran terbunuh.Di dalam mode ini juga akan memicu cara speed kill yang berbeda yang biasanya dilakukan dengan cara stealth, kini dilakukan dengan serangan cepat dengan cara mencekik korbannya dengan menekan suatu tombol terus menerus hingga korbannya mati.



Video Game Trailer...
Berikut ini adalah sebuah cuplikan video trailer yang mungkin akan memberikan sedikit gambaran tentang  Prince of Persia : The Two Thrones.Kaya apa sich gamenya ??? Mari kita liat aja sendiri :)




Nah... akhirnya selesai sudah postingan saya kali ini untuk membahas tentang Prince of Persia : The Two Thrones.Nanti bila ada info terbaru mengenai game ini akan di update ke postingan ini.Mohon maaf nich bila ada kesalahan dalam pengetikan maupun pemberian nama.Bila suka silahkan share dan jangan lupa like blog ini untuk berlangganan sehingga bisa dapet info terbaru game keren lainnya via facebook :)
-Erwin

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...